Langsung ke konten utama

IDENTIFIKASI PENYEBARAN DAN INVENTARISASI TUMBUHAN PENTING TAMAN NASIONAL TAMBORA


Posting: 6 Juli 2020
Oleh: Rizal Babil Y. A
Lokasi: Jalur Pendakian Gunungsari, Resort Doropeti

Hutan sebagai sumberdaya alam yang memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan manusia, baik manfaat tangible yang dirasakan secara langsung, maupun intangible yang dirasakan secara tidak langsung (Rujehan, 2012). Hutan memiliki fungsi penting dan krusial dalam menyangga kehidupan, diantaranya sebagai paru-paru dunia, sebagai pengatur tata air, pengendali erosi dan banjir serta penyimpang karbon. Dari mulai tumbuhan bawah sampai pohon yang mamiliki tajuk yang lebar dan bertingkat-tingkat memiliki peran penting dalam ekosistem hutan.
Resort Doropeti merupakan salah satu bagian dari Taman Nasional Tambora yang secara administratif masuk dalam wilayah Desa Soritatanga, Desa Sorinomo, dan Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Resort Doropeti memiliki wilayah kerja berbatasan dengan Resort Doroncanga di sebelah timur, PT. SMS di sebelah selatan, sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan wilayah kerja Resort Pancasila dan sebelah utara berbatasan dengan Resort Piong, SPTN I Kore. Pada umumnya wilayah Resort Doropeti didominasi hutan hujan tropis dan sebagain kecil savana.
Hasil identifikasi lapangan diketahui Taman Nasional Tambora merupakan habitat dari 277 spesies tumbuhan yang terklasifikasikan menjadi 103 famili. Vegetasi di Gunung Tambora dari empat lokasi pengamatan didapatkan 103 jenis pohon, 18 jenis epifit, 68 jenis herba, 39 jenis liana, dan 49 jenis perdu (Anonim, 2015).


Metode analisis data yang digunakan menggunakan metode formulasi metode transek berpetak untuk menghitung besarnya kerapatan (individu/ha), frekuensi dan dominasi (m2/ha), dan indeks nilai penting (INP) dari masing-masing jenis sebagai berikut:




1. Kerapatan Jenis
Kerapatan = Jumlah Individu/ Petak Contoh 
K Relatif (KR) = K Suatu Jenis/ K Seluruh Jenis x 100% 




2. Frekuensi

Frejuansi (F) = Jumlah petak ditemukan spesies/ Jumlah seluruh sub petak contoh 
F Relatif (FR) = Frekuensi suatu jenis/ Frekuensi seluruh Jenis x 100%


3. Dominasi

Dominasi (D) = Luas Bidang Dasar Suatu Spesies/ Luas petak contoh
D Relatif (DR) = Frekuensi suatu jenis/ Frekuensi seluruh jenis x 100%

INP = KR + FR + DR (untuk tingkat tiang dan pohon)




INP = KR + FR (untuk tingkat semai dan pancang)

Hasil INP (Indeks Nilai Penting)
1. Tingkat Semai
Berikut merupakan tabel hasil inventarisasi tumbuhan penting yang ditemukan tingkat semai:
No
Nama Daerah
Nama Ilmiah
Famili
FR (%)
KR(%)
INP
1
Pakis
Cycas rumphii
Cycadaceae
13,46
4,87
18,33
2
Stroberi Hutan
Rubus fraxinifolius
Rosaceae
1,92
0,83
2,75
3
Kantasi


13,46
15,70
29,16
4
Ntana
Mellochia umbellata
Malvaceae
11,54
3,21
14,75
5
Safaa
Celtis tetrandra
Ulmaceae
1,92
0,18
2,11
6
Humpa Tambak
Melodinus orientalis
Apocynaceae
1,92
0,09
2,01
7
Rafu
Leea acuelata
Leeaceae
1,92
0,18
2,11
8
Kantaba


1,92
0,09
2,01
9
Monca
Combretum punctatum
Combretaceae
1,92
0,18
2,11
10
monggo
Eugenia sp.
Myrtaceae
1,92
21,40
23,32
11
subhan
Elaeocarpus sphaericus
Elaeocarpaceae
1,92
2,66
4,59
12
talas
Colocasia esculenta
Araceae
1,92
0,28
2,20
13
kemoa
Euphorbia hirta
Euphorbiaceae
1,92
0,37
2,29
14
karaba


1,92
0,09
2,01
15
rumput savana
Heteropogon contortus
Poaceae
3,85
1,29
5,13
16
taride/ saliara
Lantana camara
Verbenaceae
1,92
0,09
2,01
17
bunga kuning


1,92
0,09
2,01
18
A


5,77
1,47
7,24
19
cemara
Casuarina equisetifolia
Casuarinaceae
1,92
2,75
4,68
20
Cempaka
Magnolia champaca
Magnoliaceae
1,92
0,55
2,47
21
Rumput poringame
Tripogon exiguus
Poaceae
1,92
0,55
2,47
22
Bunga jon/ daun jintan
Plectranthus amboinicus
 Lamiaceae
1,92
9,73
11,66
23
Bunga biru
Lindernia crustacea
 Linderniaceae
1,92
0,28
2,20
24
Sengari
Vitex trifolia
Verbenaceae
1,92
0,46
2,38
25
Alang-alang
Imperata cylindrica
Poaceae
3,85
25,53
29,37
26
Bunga biru
Lindernia crustacea
 Linderniaceae
1,92
0,28
2,20
27
Bunga ungu


1,92
1,19
3,12
28
Edelweis
Anaphalis javanica
Asteraceae
3,85
1,56
5,41
28
Rumput gunung
Tripogon exiguus
Poaceae
3,85
4,04
7,89
Jumlah
100
100
200

2. Tingkat Pancang
Berikut merupakan tabel hasil inventarisasi tumbuhan penting yang ditemukan pada tingkat pancang di Jalur pendakian Gunung Sari Resort Doropeti.
No
Nama Daerah
Nama Ilmiah
Famili
FR (%)
KR (%)
INP
1
Antak Dolo
Terminalia sp.
 Combretaceae
5,26
3,70
8,97
2
Ntana
Mellochia umbellata
Malvaceae
5,26
3,70
8,97
3
Rame
Hibiscus macrophyllus
Malvaceae
5,26
7,41
12,67
4
Safaa
Celtis tetrandra
Ulmaceae
5,26
3,70
8,97
5
Lende
Myristica sp.
Myristicaceae
10,53
11,11
21,64
6
Kabau Kafa
Melastoma sp.
Melastomataceae
5,26
3,70
8,97
7
Kamonca
Combretum punctatum
Combretaceae
5,26
3,70
8,97
8
Malaka/Sarume maju
Phyllanthus acidus
Phyllanthaceae
5,26
3,70
8,97
9
Kalini


5,26
3,70
8,97
10
Soka
Ardisia javanica
Myrsinaceae
15,79
29,63
45,42
11
Jelatang
Laportea sp.
Urticaceae
5,26
3,70
8,97
12
Sori
Syzigium racemosum
Myrtaceae
5,26
3,70
8,97
13
kayu Kapas
Ceiba pentandra
Malvaceae
5,26
3,70
8,97
14
Cemara
Casuarina equisetifolia
Casuarinaceae
10,53
7,41
17,93
15
Sentigi
Crypteronia paniculata
Crypteroniaceae
5,26
7,41
12,67
Jumlah
100
100
200

3. Tingkat Tiang
Berikut merupakan tabel hasil inventarisasi tumbuhan penting yang ditemukan pada tingkat tiang:
No
Nama Daerah
Nama Ilmiah
Famili
FR (%)
KR (%)
DR (%)
INP
1
Ntana
Mellochia umbellata
Malvaceae
20,00
15,38
16,77
52,15
2
Kabau Kafa
Melastoma sp.
Melastomataceae
6,67
3,85
3,07
13,59
3
Lende
Myristica sp.
Myristicaceae
13,33
15,38
14,07
42,79
4
Soka
Ardisia javanica
Myrsinaceae
26,67
30,77
29,68
87,11
5
Sori
Syzigium racemosum
Myrtaceae
13,33
23,08
24,63
61,04
6
Jelatang
Laportea sp.
Urticaceae
6,67
3,85
2,45
12,96
7
Monggo
Eugenia sp.
Myrtaceae
6,67
3,85
2,30
12,81
8
Ntingi
Crypteronia paniculata
Crypteroniaceae
6,67
3,85
7,04
17,55
Jumlah
100
100
100
300

4. Tingkat Pohon
Berikut merupakan tabel hasil tumbuhan penting yang ditemukan tingkat pohon:
No
Nama Daerah
Nama Ilmiah
Famili
FR (%)
KR (%)
DR (%)
INP
1
Kelanggo
Duabanga moluccana
Lythraceae
10,26
7,25
3,94
21,44
2
Lende
Myristica sp.
Myristicaceae
5,13
2,90
0,41
8,44
3
Rame
Hibiscus macrophyllus
Malvaceae
2,56
4,35
0,73
7,64
4
Sori
Syzigium racemosum
Myrtaceae
7,69
17,39
8,39
33,48
5
Ntingi
Crypteronia paniculata
Crypteroniaceae
12,82
17,39
26,82
57,03
6
Safa'a
Celtis tetrandra
Ulmaceae
2,56
2,90
1,12
6,58
7
Subhan/Subaha
Elaeocarpus sphaericus
Elaeocarpaceae
7,69
7,25
7,31
22,24
8
Ntana
Mellochia umbellata
Malvaceae
5,13
4,35
1,95
11,42
9
Meladi
Laportea sp.
Urticaceae
2,56
1,45
0,42
4,43
10
Haju Reak/Sareo
Albizzia lebbeckoides
Mimosaceae
2,56
2,90
1,28
6,75
11
Monggo
Eugenia sp.
Myrtaceae
2,56
1,45
0,54
4,55
12
Sala
Pterospermum diversifolium
Sterculiaceae
2,56
1,45
2,07
6,08
13
Monca
Combretum punctatum
Combretaceae
2,56
1,45
0,18
4,20
14
Kabau Kafa
Melastoma sp.
Melastomataceae
2,56
1,45
4,47
8,48
15
Ulu Maju
Cipadessa baccifera
Meliaceae
2,56
1,45
0,39
4,41
16
Nara
Ficus racemosa
Moraceae
2,56
1,45
0,83
4,84
17
Lupi
Bischofia javanica
Staphyllaceae
2,56
1,45
4,47
8,48
18
Kayu Besi Putih
Eusideroxylon zwageri 
Lauraceae
2,56
1,45
0,60
4,61
19
Ra'u
Litsea accedentoides
Lauraceae
2,56
1,45
3,62
7,63
20
Soka
Ardisia javanica
Myrsinaceae
5,13
4,35
1,39
10,87
21
Cemara
Casuarina equisetifolia
Casuarinaceae
10,26
10,14
23,61
44,02
22
Mengi
Toona sureni
Meliaceae
2,56
4,35
5,45
12,37
Jumlah
100
100
100
300

Berdasarkan hasil kegiatan identifikasi penyebaran dan inventarisasi tumbuhan penting di wilayah Resort Doropeti pada jalur pendakian Gunung Sari, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Pada kawasan jalur pendakian Doropeti berdasarkan data hasil identifikasi penyebaran dan inventarisasi tumbuhan penting ditemukan 29 jenis tumbuhan tingkat semai, 15 jenis tumbuhan tingkat pancang, 8 jenis tumbuhan tingkat tiang dan 22 jenis tumbuhan tingkat pohon.
2. Indeks Nilai Penting (INP) pada tingkat semai yang tertinggi yaitu tumbuhan alang-alang (Imperata cylindrica) sebesar 29,37 %, pada tingkat pancang yang INP tertinggi yaitu Lende (Myristica sp.) dengan nilai INP 21,64 %, pada tingkat tiang INP tertinggi yaitu tumbuhan Soka (Ardisia javanica) dengan nilai INP 87,11%, sedangkan pada tingkat pohon nilai INP tertinggi Ntingi (Crypteronia paniculata) dengan nilai INP 57,03 %.
3. Teridentifikasi beberapa jenis tumbuhan yang memiliki nilai penting berdasarkan nilai ekonomi, nilai endemisitas maupun nilai ekologis antara lain : Cempaka (Magnolia champaca), Kalanggo (Duobanga molucana), Kayu Kapas (Ceiba pentandra), Kayu besi putih (Uesideroxylon zwageni), Lupi/Rupi (Bischofia javanica), Mengi (Toona sureni), Soka (Ardisia javanica), Subaha (Alaeocarpus sphaericus), Cemara (Casuarina junghuhniana) dan Edelweis (Anaphalis javanica).
DOKUMENTASI KEGIATAN




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemah Bakti Road To HKAN Balai Taman Nasional Tambora

  Oleh: Rizal Babil Yasari Akbar, S.Pi “Nagara Rimba Nusa : Merawat Peradaban Menjaga Alam”. Itulah tema Nasional untuk memperingati Hari Koservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2020. Sama halnya dengan tema yang dipakai oleh Balai Taman Nasional Tambora dalam memperingati HKAN khususnya di wilayah SPTN II Pekat/Kempo. HKAN diperingati setiap tanggal 10 Agustus, karena adanya pandemi Covid-19 yang menyerang di seluruh negara, maka BTN Tambora bisa memperingati kegiatan ini pada tanggal 14-15 September 2020 bertepatan dengan peringatan HKAN secara Nasional di TN. Kutai, Bontang, Kalimantan Timur. Kegiatan ini bertempat di savana Doro Ncanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Peserta yang hadir berjumlah 250 dari berbagai kalangan masyarakat di Kecamatan Pekat dan Kempo, diantaranya Pelajar Sekolah, Komunitas Pecinta Alam, Lembaga, perwakilan masyarakat di Sekitar TN Tambora, Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Kegiatan HKAN SPTN II Pekat/ Kempo merupakan ke...

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Berkisah tentang apa yang dialami, didapatkan, dan dipelajari itulah arti dari sebuah perjalanan.

Kelompok Binaan 'SORINOMO BERKARYA"

Pendamping Kelompok: Rizal Babil Yasari Akbar Salah satu dari penerapan 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi yang sudah diinstruksikan oleh Dirjen KSDAE adalah masyarakat menjadi subyek pengelolaan kawasan konservasi. Termasuk di Taman Nasional, masyarakat yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi memegang peran yang penting. Perilaku-perilaku masyarakat yang belum paham mengenai kawasan konservasi harus diubah dan diarahkan untuk tidak mengeksploitasi alam tetapi tetap bisa mensejahterakan kehidupan masyarakat dengan mengedepankan prinsip-prinsip konservasi . Salah satu yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Tambora adalah menjadikan desa binaan dan membentuk pendampingan kelompok desa. Dalam melakukan pembentukan kelompok diperlukan tahapan kegiatan diantaranya mengidentifikasi potensi desa, diskusi masalah dan sumber masalah, penentuan para pihak yang dilibatkan, serta penentuan target dan strategi realisasi. Desa Sorinomo merupakan salah satu desa Binaan Ta...