Langsung ke konten utama

Pendidikan Konservasi

22 Mei diperingati sebagai hari Kehati (Keanekaragaman Hayati) Internasional. Pada peringatan hari tersebut kami dari Balai Taman Nasional Tambora mengadakan kegiatan pendidikan konservasi dengan target peserta siswa Sekolah Menengah Atas yaitu di SMAN 1 Pekat. Kegiatan yang kami lakukan mempunyai tema "Our Biodiversity, Our Food, Our Health". Seperti yang kita ketahui keanekaragaman hayati merupakan keanekaragaman makhluk hidup dari semua sumber termasuk daratan, perairan dan ekosistem lainnya. Jadi hal yang terpenting yang harus kita jaga adalah lingkungan sebagai tempat tinggal keanekaragaman semua makhluk hidup. Bagaimana lingkungan agar tetap lestari dan berkelanjutan, itu adalah tugas kita sebagai manusia. Banyak sekali kontribusi yang bisa lakukan dan berikan untuk menjaga lingkungan, dari mulai hal-hal sederhana seperti menjaga lingkungan dari sampah, berhenti melakukan kerusakan lingkungan, berhenti berburu hewan dilindungi, berhenti melakukan ilegal logging dan masih banyak lagi. Bagaimana cara melakukannya? Hal-hal tersebut sudah harus kita tanamkan sejak dini. Dengan mengikuti organisasi yang mempunyai kegiatan berbasis lingkungan seperti Pramuka dan pecinta alam untuk siswa yang masih sekolah. 
Mengapa target penyuluhan konservasi pendidikan yang kita lakukan kepada siswa? karena mereka merupakan agent of change untuk lingkungan tempat kita berpijak. Banyak sekali muncul berita-berita yang tidak mengenakkan untuk di dengar tentang kerusakan lingkungan yang terjadi di dunia. Lambat tahun lingkungan kita bukannya semakin lestari tetapi semakin buruk. Itu semua karena tingkat eksploitasi lingkungan yang terlalu tinggi. Kita diberi kebebasan untuk memanfaatkan alam tapi kita terlalu terlena sehingga tidak memperhitungkannya. Melalui penyuluhan kepada siswa maka kita bisa menanamkan betapa pentingnya menjaga lingkungan untuk generasi penerus kita. Semakin mereka sejak dini menerima informasi mengenai kondisi lingkungan sejak dini, semakin lebih awal mereka memikirkan lingkungan dan terus ajak orang-orang di sekitar kita untuk bersikap ramah lingkungan.
Our Biodiversity untuk kelanjutan kehidupan makhluk hidup di bumi for Our Food, Our Health. ✌️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemah Bakti Road To HKAN Balai Taman Nasional Tambora

  Oleh: Rizal Babil Yasari Akbar, S.Pi “Nagara Rimba Nusa : Merawat Peradaban Menjaga Alam”. Itulah tema Nasional untuk memperingati Hari Koservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2020. Sama halnya dengan tema yang dipakai oleh Balai Taman Nasional Tambora dalam memperingati HKAN khususnya di wilayah SPTN II Pekat/Kempo. HKAN diperingati setiap tanggal 10 Agustus, karena adanya pandemi Covid-19 yang menyerang di seluruh negara, maka BTN Tambora bisa memperingati kegiatan ini pada tanggal 14-15 September 2020 bertepatan dengan peringatan HKAN secara Nasional di TN. Kutai, Bontang, Kalimantan Timur. Kegiatan ini bertempat di savana Doro Ncanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Peserta yang hadir berjumlah 250 dari berbagai kalangan masyarakat di Kecamatan Pekat dan Kempo, diantaranya Pelajar Sekolah, Komunitas Pecinta Alam, Lembaga, perwakilan masyarakat di Sekitar TN Tambora, Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Kegiatan HKAN SPTN II Pekat/ Kempo merupakan ke...

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Berkisah tentang apa yang dialami, didapatkan, dan dipelajari itulah arti dari sebuah perjalanan.

Kelompok Binaan 'SORINOMO BERKARYA"

Pendamping Kelompok: Rizal Babil Yasari Akbar Salah satu dari penerapan 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi yang sudah diinstruksikan oleh Dirjen KSDAE adalah masyarakat menjadi subyek pengelolaan kawasan konservasi. Termasuk di Taman Nasional, masyarakat yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi memegang peran yang penting. Perilaku-perilaku masyarakat yang belum paham mengenai kawasan konservasi harus diubah dan diarahkan untuk tidak mengeksploitasi alam tetapi tetap bisa mensejahterakan kehidupan masyarakat dengan mengedepankan prinsip-prinsip konservasi . Salah satu yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Tambora adalah menjadikan desa binaan dan membentuk pendampingan kelompok desa. Dalam melakukan pembentukan kelompok diperlukan tahapan kegiatan diantaranya mengidentifikasi potensi desa, diskusi masalah dan sumber masalah, penentuan para pihak yang dilibatkan, serta penentuan target dan strategi realisasi. Desa Sorinomo merupakan salah satu desa Binaan Ta...