Langsung ke konten utama

First Journey, "Tambora Clean Up Tour"


Taman nasional merupakan kawasan pelestarian alam yang  tingkatannya lebih besar setelah cagar alam dan suaka margasatwa (anak IPA pasti tau nih). Ya, Alhamdulillah saya diterima bekerja sebagai ASN 2019 di Taman Nasional Tambora. Sebelum saya berangkat ke lokasi penempatanku tepatnya di pulau Sumbawa, NTB saya selalu menduga-duga dan membayangkan bakalan ngapain saya disana, bakalan seperti apa pekerjaanku nanti. Bekerja di sebuah Taman Nasional, dalam benakku kalau di Taman Nasional pasti bakalan sering sekali jalan-jalan menikmati alam , karena sebelumnya tepatnya saat kuliah saya bersama teman-teman juga pernah main ke beberapa taman nasional yang ada di Jawa Timur (yang paling dekat dengan posisi tempat tinggalku saat itu, karena saya kuliah di Malang). Dulu kami pernah jalan-jalan ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Baluran (Situbondo) dan Taman Nasional Alas Purwo (Banyuwangi).  Saat itu yang saya tau hanya menikmati keindahan alam yang di sediakan, yang selalu tampak alami, bersih, punya keanekaragaman hayati yang melimpah mulai dari satwa dan faunanya dan tak lupa mengabadikan momen. Ternyata dibalik itu semua ada pegawai yang mengelola Taman Nasional yang begitu luas dan indahnya, serta menuangkan ide-idenya bagaimana agar kawasan Taman Nasional yang notabene banyak dikunjungi masyarakat untuk wisata bisa sustainable (berkelanjutan lestari). Karena mengingat fungsi taman nasional bukan hanyauntuk pariwisata semata, tapi merupakan kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, pariwisata, rekreasi dan konservasi. Nah jadi bingung kan ternyata cangkupan Taman Nasional sangat luas ya, makanya sebagai pengunjung yang baik sudah seharusnya ikut menjaga kelestarian alam yang kita kunjungi. Taman Nasional ini termasuk ranah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Taman Nasional Tambora terletak di pulau Sumbawa, Kabupaten Dompu dan Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Taman Nasional ini merupakan Taman Nasional paling bungsu dari Taman Nasional yang ada di Indonesia. Taman Nasional Tambora memiliki luas sebesar 71.645 hektare. Disahkan oleh Presiden pada tahun 2015, sehingga umur Taman Nasional Tambora saat ini hampir 4 tahun. Taman Nasional Gunung Tambora pernah menyapa dunia pada April 1815, yaitu meletus dahsyat hingga terdengar sampai ke pulau Sumatra, sehingga mengakibatkan satu tahun setelahnya menjadi tahun tanpa musim panas. Dari kejadian ini merupakan sejarah yang patut untuk diperingati dan keindahan alam akibat letusan gunung tersebut saat ini serta potensi alam yang dimiliki oleh gunung Tambora dan sekitarnya menjadikan Gunung Tambora dijadikan sebagai Taman Nasional.

Hari ke-tiga setelah saya bekerja, saya bersama teman-teman calon pegawai negeri sipil diajak untuk megikuti kegiatan yang sebelumnya sudah diagendakan. Yaitu kegiatan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2019. Balai Taman Nasional Tambora memperingati HPSN dengan melaksanakan kegiatan yang bernama “Tambora Clean Up Tour”. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 4-5 Maret 2019 dengan melakukan Clean Up sampah di tempat titik tertentu dan di pintu pendakian gunung Tambora. Sebagian sampah yang telah dikumpulkan juga akan dimanfaatkan untuk edukasi pembuatan kompos dan ecobrick. Kegiatan kami start dari kantor Balai Taman Nasional Tambora kemudian touring menggunakan motor trail milik kantor menuju kantor seksi 1 di Kore. Jadi Taman Nasional Tambora memiliki dua kantor seksi yaitu kantor seksi 1 Kore yang mempunyai 3 resort untuk jalur pendakian yaitu diantaranya: resort Piong dan Kawinda To’i yang berada di Kabupaten Bima, serta resort Pancasila, Doro Peti dan Doro Ncanga yang berada di Seksi 2 Kempo di Kabupaten Dompu. Masing-masing resort di gunakan untuk jalur pendakian kecuali resort Doro Peti. Keempat jalur pendakian tersebut di suguhkan pemandangan yang berbeda-beda seperti jalur pendakian Doro Ncanga yang harus melewati eksotisnya padang savana terlebih dahulu untuk selanjutnya melakukan pendakian. Tetapi sejauh ini jalur Pancasila yang paling populer di gunakan untuk pendakian menuju Caldera Gunung Tambora.
Air Terjun Oi Marai di Kawinda Toi, juga tujuan kita melakukan pembersihan sampah.

Lereng Gunung Tambora

Perjalanan selama dua hari menggunakan motor trail merupakan perjalanan yang paling berkesan selama hidup saya. Medan yang kami lalui pun juga tidak semulus aspal di kota. Mulai dari jalanan berpasir, berbatu, naik turun tikungan yang tajam, sampai menyebrang sungai pun kami lalui. Tapi kesulitan itu semua tidak sebanding dengan indahnya pemandangan yang saya nikmati. Dalam perjalanan mengelilingi Taman Nasional Tambora saya disuguhi pemandangan yang begitu indah mulai dari kebun jagung yang terbentang luas, eksotisnya savana, hutan yang rimbun, gunung, air terjun yang masih alami bahkan melewati tepi pantai yang indah. Sungguh saya sangat bersyukur atas karunia yang Tuhan ciptakan. Walaupun capek penuh keringat dan debu, tapi saya sangat menikmati di awal kinerja saya dan teman-teman, kami sekaligus di kenalkan pada seluruh sudut Taman Nasional Tambora yang begitu luas. Dari kegiatan ini saya banyak menarik pelajaran yang berharga, mulai dari inti kegiatan yaitu pembersihan seluruh sampah di semua jalur pendakian dan tempat-tempat penting disekitar resort seperti sekolah dan kantot camat, disitu kami memberikan edukasi tentang sampah, sehingga setelah apa yang kita lakukan selama kegiatan pengumpulan sampah dengan wilayah yang begitu luas dan sangat menguras tenaga, kami pun jadi enggan untuk membuang sampah sembarangan. Selain itu saya pribadi dibuat takjub oleh keindahan alam yang disajikan di sekitar Taman Nasional Tambora dan bertekad untuk selalu menjaga kelestarian alamnya agar tetap bisa dinikmati oleh para penerus kita kelak. Ayo Main Ke Tambora, Salam Lestari!
Perjalanan dengan pemandangan savana di sisi kanan dan kiri.

Break di resort Doro Ncanga

Perjalanan dengan pemandangan gunung di sisi sebelah kiri dan pantai di sebelah kanan

Pintu masuk jalur pendakian Doro Ncanga




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemah Bakti Road To HKAN Balai Taman Nasional Tambora

  Oleh: Rizal Babil Yasari Akbar, S.Pi “Nagara Rimba Nusa : Merawat Peradaban Menjaga Alam”. Itulah tema Nasional untuk memperingati Hari Koservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2020. Sama halnya dengan tema yang dipakai oleh Balai Taman Nasional Tambora dalam memperingati HKAN khususnya di wilayah SPTN II Pekat/Kempo. HKAN diperingati setiap tanggal 10 Agustus, karena adanya pandemi Covid-19 yang menyerang di seluruh negara, maka BTN Tambora bisa memperingati kegiatan ini pada tanggal 14-15 September 2020 bertepatan dengan peringatan HKAN secara Nasional di TN. Kutai, Bontang, Kalimantan Timur. Kegiatan ini bertempat di savana Doro Ncanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Peserta yang hadir berjumlah 250 dari berbagai kalangan masyarakat di Kecamatan Pekat dan Kempo, diantaranya Pelajar Sekolah, Komunitas Pecinta Alam, Lembaga, perwakilan masyarakat di Sekitar TN Tambora, Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Kegiatan HKAN SPTN II Pekat/ Kempo merupakan ke...

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Berkisah tentang apa yang dialami, didapatkan, dan dipelajari itulah arti dari sebuah perjalanan.

Kelompok Binaan 'SORINOMO BERKARYA"

Pendamping Kelompok: Rizal Babil Yasari Akbar Salah satu dari penerapan 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi yang sudah diinstruksikan oleh Dirjen KSDAE adalah masyarakat menjadi subyek pengelolaan kawasan konservasi. Termasuk di Taman Nasional, masyarakat yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi memegang peran yang penting. Perilaku-perilaku masyarakat yang belum paham mengenai kawasan konservasi harus diubah dan diarahkan untuk tidak mengeksploitasi alam tetapi tetap bisa mensejahterakan kehidupan masyarakat dengan mengedepankan prinsip-prinsip konservasi . Salah satu yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Tambora adalah menjadikan desa binaan dan membentuk pendampingan kelompok desa. Dalam melakukan pembentukan kelompok diperlukan tahapan kegiatan diantaranya mengidentifikasi potensi desa, diskusi masalah dan sumber masalah, penentuan para pihak yang dilibatkan, serta penentuan target dan strategi realisasi. Desa Sorinomo merupakan salah satu desa Binaan Ta...